Mengetahui Kondisi Kapal Darurat dan Peralatan Keselamatan

Mengetahui Kondisi Kapal Darurat dan Peralatan Keselamatan (foto: www.tribunnews.com)

Selama kapal berlayar dan berlabuh tidak melulu berjalan mulus. Ada kalanya kapal mengalami gangguan dan akhirnya mengantarkan pada kondisi kapal darurat. Kondisi seperti ini dapat diatasi secara mandiri maupun memerlukan bantuan dari operator yang berada di daratan.

Keadaan darurat yang biasanya terjadi di atas kapal dapat menyebabkan kerugian pada penumpang, awak kapal, dan nahkoda kapal. Disamping itu mendatangkan pengaruh buruk bagi ekosistem yang berada di laut. Kenali kondisi kapal darurat seperti ulasan dibawah ini. Check this out!

Kenali Kondisi Kapal Darurat

Sepi Peminat, Program Mudik Gratis Motor lewat Kapal Laut Perlu Sosialisasi
(www.inews.id)

Tujuan dari memahami kondisi kapal darurat agar dapat melakukan identifikasi dan mengambil langkah tepat sebelum terlambat. Jangan sampai tindakan yang diambil justru mengancam keselamatan dan nyawa.

1. Tubrukan

Kapal yang berlayar juga memiliki potensi mengalami tubrukan. Seperti tubrukan yang dialami kapal dengan kapal, tubrukan kapal dengan benda di wilayah perairan, dan tubrukan kapal dengan dermaga.

Dampak dari tubrukan ini cukup besar. Dapat mengakibatkan kerusakan kapal, korban jiwa, bahan bakar kapal berupa minyak tertumpak ke laut, sampai dengan kebakaran. Hal yang pasti dialami ketika terjadi tubrukan kapal adalah ketakutan dan kepanikan. Akhirnya tidak jarang proses pengamanan, penindakan, dan penanggulangan menjadi lambat.

2. Kebakaran atau Ledakan

Kapal laut juga rentan mengalami kebakaran dan ledakan. Biasanya kebakaran kapal bersumber dari ruang instalasi listrik, ruang muatan, kamar mesin, ruang penyimpanan perlengkapan kapal, dan ruang awak kapal.

Banyak yang menyangka ledakan terjadi setelah kebakaran. Tetapi terkadang terjadi ledakan terlebih dahulu dan menyebabkan kebakaran. Apabila terjadi keadaan darurat seperti ini tentu membatasi ruang gerak dan atmosfir kapal menjadi panas.

3. Kandas

Ada pula kondisi kapal kandas juga menyebabkan kepanikan. Permulaan kandasnya kapal adalah baling-baling berputar berat, badan kapal menjadi bergetar, asap keluarkan dari cerobong menghitam, dan berhenti mendadak.

Kondisi kapal yang kandas tidak bergerak juga dipengaruhi permukaan air dan kondisi di atas kapal. Biasanya kapal kandas disebabkan karena kebocoran kapal dan air yang masuk secara perlahan.

Kapal kandas rentan terjadi ketika kapal mengubah posisi badannya. Memang kapal kandas bersifat sementara dan ada juga yang permanen.

4. Kebocoran atau Tenggelam

Kebocoran kapal dapat terjadi karena kondisi kapal kandas. Ada juga kebocoran yang merusak kulit pelat kapal karena menyebabkan korosi. Kondisi satu ini harus segera diatasi jika tidak kapal akan berakhir tenggelam.

Apalagi air yang masuk ke dalam kapal mengalir cepat dan kebocoran tidak langsung diatasi. Inilah yang membuat kapal menjadi miring dan berakhir tenggelam.

5. Orang Jatuh ke Laut

Awak kapal dan penumpang yang terjatuh juga digolongkan ke dalam kondisi darurat. Namun dapat langsung teratasi dengan upaya penyelamatan, serta memperhitungkan kondisi cuaca dan ombak.

Baca juga : Pengenalan Apa Itu Pay Per Click Dan Bagaimana Cara Kerjanya

Ini 7 Peralatan Keselamatan Kapal

Irsan Haeruddin: Lampiran Alat-alat Keselamatan (Safety Equipment) di Atas  Kapal
(www.irsanhaeruddin.com)

Kapal yang akan berlayar biasanya diperiksa mesin, peralatan dan perlengkapan kapal. Perlengkapan yang utama diperiksa adalah alat-alat keselamatan penumpang dan awak kapal.

1. Sekoci Penyelamat (Life Boat)

Sekoci penyelamat digunakan untuk menyelamatkan cukup penumpang ketika kapal dalam keadaan berbahaya. Sekoci berbentuk perahu kecil yang tertelak pada bagian kiri dan kapal. Kapal barang biasanya hanya memiliki 2 buah sekoci.

Sedangkan, kapal penumpang dan kapal pesiar memiliki paling sedikit 12 buah sekoci. Sekoci terbuat dari bahan logam, serat fiber, dan kayu. Pada masing-masing sekoci juga dilengkapi dengan peralatan keselamatan jiwa dan alat mencari pertolongan.

2. Pelampung Penolong Bentuk Cincin (Ring Life Buoys)

Pelampung penolong juga harus ada minimal sesuai dengan jumlah penumpang dan crew kapal. Bentuknya seperti ban mobil yang berukuran besar. Life buoy yang dibawa kapal berlayar sebaiknya diisi dengan angin terlebih dahulu.

Pelampung penolong juga dipakai untuk menolong seseorang yang terjatuh ke permukaan air. Caranya cukup dilemparkan ke arah orang yang terjatuh.

3. Jaket Penolong (Life Jackets)

Life jacket berbentuk seperti pakaian biasa yang berisi angin agar membuat penggunanya terapung di permukaan air. Warna life jacket biasanya mencolok supaya mudah dilihat dan menarik perhatian. Selain itu, dilengkapi peluit dan tali untuk meminta tolong dari orang sekitar.

4. Rakit Penolong Tiup (Inflatable Liferaft)

Rakit penolong tiup memiliki fungsi yang disamakan dengan sekoci yaitu membawa penumpang kapal berada. Ada 2 jenis rakit penolong  yaitu rakit kaku dan rakit tiup. Biasanya baru diturunkan jika sekoci tidak berhasil digunakan.

Kapasitas orang yang ditampung oleh rakit penolong mencapai 25 orang penumpang. Dalam rakit ini juga terdapat perlengkapan keselamatan jiwa, makanan, minuman, dan obat-obatan.

5. Pelempar Tali Penolong (Line Throwing Apparatus)

Plempar tali berguna menjadi penghubung antara penolong dan survivor. Alat pelempar tali diperkirakan dapat menjangkau jarak terdekat 230 meter.

6. Survival Suit dan Immersion Suit

Bentuknya berupa pakaian yang berfungsi melindungi dan menstabilkan suhu tubuh karena suhu air laut yang tergolong rendah.

7. Isyarat Asap (Pyrotechnis)

Isyarat asap berfungsi untuk meminta pertolongan kepada kapal lainnya. Isyarat asap dapat dilihat pada siang hari menggunakan mata telanjang. Ada juga isyarat asap yang mengeluarkan asap apung.