10 Jenis Senyawa Aluminium yang Penting untuk Diketahui

Jenis Senyawa aluminium

Aluminium adalah salah satu jenis bahan kimia yang memiliki banyak kegunaan dalam kehidupan sehari-hari. Unsur ini termasuk salah satu yang paling melimpah di dunia.

Jadi tidak heran jika hampir sebagian besar barang yang bersinggungan dengan kehidupan terbuat dari berbagai jenis senyawa aluminium sebagai bahan utamanya.

Sebagai salah satu unsur kimia yang memiliki fungsi besar, aluminium sendiri terdiri dari beberapa senyawa yang berbeda-beda. Setiap senyawa memiliki karakteristik dan ciri yang tidak sama.

10 Jenis Senyawa Aluminium

Setidaknya ada sepuluh jenis senyawa aluminium yang akan dibahas di bawah ini. Simak daftar berikut ini untuk mengetahuinya:

1. Alumina atau Aluminium Oksida

Dalam sejarah Aluminium, aluminium oksida memiliki nama lain yaitu alumina. Nama alumina ini lebih sering terdengar bahkan di berbagai bidang seperti keramik dan pertambangan.

Ciri-ciri alumina juga sangat banyak dan bisa membedakan dari senyawa lainnya. Misal ketahanannya terhadap udara yang bisa menimbulkan karat pada senyawanya.

Selain itu, senyawa ini juga merupakan media penghambat listrik yang sangat baik dibanding senyawa lainnya. Karena berbagai ciri tersebut, alumina memiliki banyak sekali kegunaan.

Pemanfaatan alumina yang paling banyak adalah untuk pelapisan pemadam api. Alumina juga bisa difungsikan untuk membersihkan CD yang kotor.

2. Aluminium Hidroksida atau Gibbsite

Senyawa yang kedua adalah gibbsite yang memiliki unsur asam basa di dalamnya. Karena sifatnya yang mengandung asam basa ini, gibbsite memiliki kegunaan yang sangat penting. Kegunaan tersebut adalah untuk menghasilkan jenis senyawa aluminium lain. Yang nantinya juga bisa difungsikan untuk berbagai hal.

Senyawa ini bisa dikatakan yang paling stabil karena bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Saat dalam basa, gibbsite menggunakan fungsi asamnya untuk menyesuaikan diri.

Sedangkan dalam kondisi asam, gibbsite menghasilkan basa yang nantinya bisa mengeluarkan garam. Hal inilah yang menjadikan gibbsite sebagai senyawa yang penting.

3. Alum atau Amonium Aluminium Sulfat

Senyawa aluminium ini memiliki penampakan seperti kristal berwarna putih. Ciri-ciri detail dari senyawa ini juga sangat banyak. Mulai dari titik didihnya yang mencapai 120 derajat celcius hingga titik leburnya di tingkat 93,5 derajat celcius. Penggunaan senyawa ini juga sangat banyak dan kebanyakan dalam bidang kimia.

Salah satu yang paling utama adalah sebagai media untuk memunculkan reaksi dalam laboratorium. Selain itu, juga bisa digunakan sebagai campuran dalam bahan pewarnaan tekstil atau bahan lainnya.

Kelebihan lain dari jenis senyawa aluminium ini adalah harganya yang terjangkau untuk dibeli dan dimanfaatkan berbagai kalangan.

4. Bauksit

Jika ditanya apa komponen utama dalam aluminium, maka jawabannya adalah senyawa bauksit. Bauksit terdiri dari beberapa senyawa yang tergabung menjadi satu dan memunculkan senyawa ini dengan komponen yang lebih kuat. Setiap penemuan bauksit juga memiliki tampilan berbeda-beda sebagai pembedanya.

Agar bauksit bisa digunakan, tentu ada proses pemurnian yang panjang dan harus dilakukan. Setidaknya ada dua jenis pemurnian untuk bauksit sendiri.

Pertama ada proses Bayer, dan yang kedua ada proses Hall-Heroult. Dua proses ini berbeda pada hasil yang diwujudkan. Proses pertama menghasilkan alumina sedangkan yang kedua menghasilkan aluminium murni.

5. Aluminium Nitrat

Aluminium nitrat adalah senyawa aluminium yang berada di dalam air. Bentuknya sendiri seperti bubuk putih yang terbentuk dari asam nitrat dan aluminium. Agar bisa memunculkan aluminium nitrat ini, maka diperlukan proses untuk merubahnya menjadi gas. Hal ini harus dilakukan agar aluminium nitrat bisa keluar.

Sebagai salah satu aluminium, aluminium nitrat memiliki banyak fungsi yang tentunya tidak kalah penting. Sebagai contoh, aluminium nitrat berfungsi dalam proses memurnikan minyak dan dalam penghambatan korosi. Aluminium nitrat tergolong ampuh untuk melakukan dua fungsi ini hingga penyelesaian prosesnya.

6. Senyawa yang Bernama Aluminium Sulfat

Senyawa lain yang memiliki bentuk kristal dan berwarna putih adalah aluminium sulfat. Pembedanya adalah bentuknya lebih padat dibanding senyawa aluminium lainnya. Cara pembuatan aluminium sulfat sendiri memiliki dua cara utama. Bisa melalui laboratorium dan bisa juga melalui kriolit. Proses kriolit harus melalui pencampuran dengan kalsium karbonat.

Manfaat aluminium sulfat juga merambah berbagai bidang. Salah satu yang paling utama adalah sebagai campuran dalam makanan ternak.

Fungsi lainnya yaitu sebagai pemurni air yang akan diminum. Tidak sampai di situ, aluminium sulfat juga bisa dipakai sebagai obat penahan darah misal dalam luka yang tidak dalam.

7. Aluminium Klorida

Aluminium dan klorin adalah unsur utama yang membentuk senyawa aluminium klorida ini. Bentuk senyawa ini seperti bubuk dan berwarna putih atau kuning. Warna yang berbeda ini bukan tanpa alasan. Jika sudah terkena besi atau mengalami pencampuran dengan besi, maka warnanya akan berubah menjadi kuning.

Penggunaan senyawa ini juga sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai produk deterjen pasti menggunakan aluminium klorida sebagai salah satu bahannya.

Aluminium klorida juga digunakan paling banyak di bidang pembuatan bahan kimia dan semacamnya. Jadi senyawa ini juga memiliki banyak fungsi penting.

8. Jenis Aluminium Flourida

Senyawa jenis ini memiliki bentuk padat dan tidak memiliki warna. Salah satu detail lainnya adalah tidak memiliki bau yang keluar dari senyawanya. Berbagai fungsi juga mengikuti aluminium flourida ini. Misal sebagai alat yang bisa menghambat terjadinya fermentasi dalam berbagai produk dan berbagai fungsi lain yang serupa.

Jika ingin tahu manfaat yang lebih kompleks, aluminium flourida juga memiliki peran penting dalam bidang biokimia untuk berbagai hal. Jadi senyawa ini tidak kalah penting dari senyawa lain karena berbagai fungsinya. Sayangnya, penggunaan aluminium klorida berlebihan bisa menyebabkan penyakit seperti asma dan yang lainnya.

9. Aluminium Klorohidrat

Senyawa jenis ini banyak digunakan dalam produk kecantikan sebagai salah satu bahan pentingnya. Karena senyawa ini memiliki muatan yang tergolong besar, maka penggunaannya untuk alat pemurnian air juga sangat ampuh. Banyak usaha di bidang ini yang menggunakan aluminium klorohidrat dibanding menggunakan senyawa lain.

Penggunaannya dalam hal memurnikan air berguna untuk menghilangkan zat-zat seperti bahan organik dan zat lainnya. Sebagai salah satu senyawa kimia, bahan ini tergolong masih aman asal tidak terlalu berlebihan. Paparan yang dianjurkan ada pada batas 25 persen agar tidak timbul penyakit-penyakit yang tidak diinginkan.

10. Litium Aluminium Hidrida

Senyawa ini biasa disebut LAH dalam berbagai bidang. LAH ini terbentuk dari adanya pertemuan antara litium hidrida dengan aluminium klorida. Penggunaan senyawa ini bisa untuk berbagai bidang, baik dalam kimia organik atau untuk kimia anorganik. Jika dalam kimia organik, biasa digunakan sebagai media pereduksi berbagai larutan.

Sedangkan jika dalam bidang kimia anorganik, LAH biasa digunakan untuk menciptakan senyawa lain misal natrium hidrida dengan beberapa proses. Penggunaan LAH ini juga memiliki peran besar dan penciptaan senyawa lainnya. Hal ini tentu menjadi poin penting dibanding senyawa lain.

Kesimpulan

Itulah sepuluh jenis senyawa aluminium yang sudah dijelaskan secara lengkap. Setiap senyawa memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Selain itu, fungsi dan kegunaannya juga berbeda dalam setiap bidangnya.

Penggunaan senyawa-senyawa di atas memiliki batasan tertentu karena bisa memberi pengaruh kurang baik jika digunakan berlebihan.